Sabtu, 04 Januari 2014

Ku Ingin Seperti Dulu

Ku ingin seperti dulu

Aku yang sekarang telah jauh dari kata suci
Barang haram itu telah mengotoriku
Merenggut kebahagiaanku
merampas kebebasanku
dan meracuni otakku
Tuhan....
                                    Aku memang bodoh
                                    Kenapa aku terkalahkan oleh benda sekecil itu
                                    Begitu lugu dan polosnya aku saat itu
                                    Andai waktu bisa terulang
                                    Tak sudi tangan ini menyentuhnya
                                    Sebuah benda kecil tapi begitu nyata akibatnya
Kini tak banyak yang bisa kuperbuat
Selain menahan rasa sakit yang sangat amat
Cucuran keringat yang terus menetes,
Bibir yang pucat pasi
Menandakan betapa kejamnya dia
                                    Tuhan....
Aku hanya ingin bibirku tersenyum kembali
                                    Aku hanya ingin rasa sakit ini terbang tinggi
                                    Aku hanya ingin aku yang dulu
                                    Seseorang yang bebas tersenyum menatap pahit dan manisnya hidup
                                    Bukan seseorang yang tak bisa hidup tanpa obat-obatan terlarang.

                        

by : Abilla

Kuasa-Nya

Hidup tak luput dari salah
Hidup tak luput dari dosa
Hidup hanya milik sang Kuasa
Penguasa seluruh jagat raya 

Ada kalanya cobaan datang menghadang
Bagi setiap insan yang Ia sayang
Setiap ada kebahagiaan,
Disitu ada pula kesedihan 

Tuhan maha adil
Di mata-Nya semua sama
Walau bagi manusia perbedaan begitu berarti,
Bagi-Nya perbedaan adalah sama 

Ia tak pernah tidur
Tak seperti ciptaan-Nya yang hanya meluangkan waktunya untuk tidur daripada harus menyembah-Nya 
Ketika makhluk-makhluk-Nya mulai melupakkan-Nya,
Ia murka dan memorak porandakan semesta ini....
Hanya dengan begitulah makhluk-Nya akan sedikit mengingat-Nya.. 

Wahai Sang Penguasa Alam....
hamba-Mu ini begitu kecil...
Begitu kotor karna dosa...
Dan begitu bodoh karna tlah melupakan-Mu 
Hukumlah hamba ya Tuhanku Atas segala kemungkaran yang hamba perbuat

Hamba tahu...
Setiap yang bernyawa pasti akan mati..
Dan hanya Kau yang tahu itu... 
Hamba tak ingin mati diselimuti dosa
Dunia hanya sesaat
Dan akhirat adalah kekal 

Ampunilah hamba-Mu yang lemah ini...
Aku yakin kau dengar semua lantunan do’a-do’a dari bibirku
Walau aku tak tahu apakah Kau akan mengabulkannya ataukah tidak 
Trimakasih atas kehidupan yang kau beriAtas berkah...Dan atas nikmat-Mu..Tuhan....


by :Abilla

Jumat, 03 Januari 2014

Perahu Kertas

Di Perahu kertas ini,
Cita-cita dan mimpimu terlipat
Tergambar, tertulis dan tertanam
Tak peduli sombongnya angin
Atau angkuhnya badai
Karena ku tahu kau akan sampai
 

Menjauhlah dibawah garis senja
Aku dan orang-orang yang punya cita,
Adalah riak-riak disisimu
Menjaga gerakmu senantiasa seimbang
Lalu mengabarkan perjalananmu kepada alam
 

Kelak semua orang dibumi pasti kan tahu
Tentang nyanyian dibalik samudra
Perihal cahaya yang melintasi benua
Peri kecil kami telah berlabuh
Dipuncak dunia dengan perahu kertasnya




diambil dari puisi karya @orangMars